Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Wisatawan, Perhutani Monitoring Wisata Kawasan Hutan Dalam Libur Nataru

    Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Wisatawan, Perhutani Monitoring Wisata Kawasan Hutan Dalam Libur Nataru

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan kegiatan monitoring wisata dalam kawasan hutan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025 yang dilakukan oleh Asisten Perhutani (Asper) Rogojampi didampingi KRPH Bayu dan Polhut RPH Bayu di wisata Suwiss Songgon Petak 6a RPH Bayu BKPH Rogojampi, pada Minggu (28/12/2025).

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Asper Rogojampi, Adi Raharjo mengatakan sesuai dengan PP 72 tahun 2010 dan Permen LHK No.8 tahun 2021 Perum Perhutani diperbolehkan untuk melakukan Pemanfaatan Hutan dilakukan dengan Multi Usha Kehutanan antara lain Pemanfaatan Jasa Lingkungan untuk wisata dengan tidak mengurangi, mengubah atau menghilangkan fungsi utamanya, tidak mengubah bentang alam dan merusak keseimbangan unsur lingkungan.

    “Diwilayah kerja BKPH Rogojampi terdapat pengelolaan wisata dengan mekanisme kerjasama antara lain di Rowo Bayu, Suwiss Songgon, Alas Pinus Reborn, Kalisawah Adventure dan jalur rafting Bospro, ” ujar Adi.

    “Dalam suatu destinasi wisata keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan tanggungjawab bersama baik pengelola, aparat keamanan, pemangku kepentingan dan para wisatawan atau pengunjung wisata itu sendiri karena akan memberikan kontribusi pada peningkatan kunjungan selanjutnya, ” pungkasnya.

    Pengelola Wisata Suwiss Songgon, Santoso alias Gogon mengucapkan terima kasih atas monitoring yang dilakukan Perhutani pada destinasi wisatanya, pihaknya yakin dengan monitoring itu akan meningkatkan keamanan dan keselamatan sehingga pengunjung akan lebih nyaman berkunjung sehingga berpengaruh pada meningkatnya pendapatan.

    “Dalam mengelola wisata ini kami juga melibatkan masyarakat setempat yaitu dari Dusun Sumberagung Desa Sumberbulu mulai dari pegawai wisata, warung kuliner, pemandu wisata, photografer, pemandu arung jeram sampai dengan juru parkir, ” kata Santoso.

    “Kegiatan wisata dalam kawasan hutan kelola Perhutani mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat disekitar hutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya, prinsipnya adalah hutan lestari masyarakat sejahtera, ” ungkapnya.@Red. 

    Salsa

    Salsa

    Artikel Sebelumnya

    Flying Fox: Petualangan Seru di Udara

    Artikel Berikutnya

    Perhutani Lawu Ds Perkuat Sinergi Pengamanan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Kejari Tanjung Perak Terapkan WFH Mulai 17 April, PTPS dan Tilang Tetap Buka
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

    Ikuti Kami