Perhutani Banyuwangi Barat Monitoring Wisata Dalam Kawasan Hutan di Gerbang Raung

    Perhutani Banyuwangi Barat Monitoring Wisata Dalam Kawasan Hutan di Gerbang Raung

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat lakukan kegiatan monitoring terhadap wisata yang berada dalam kawasan hutan yaitu Wisata Gerbang Raung di Petak 49 b Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisetail, pada Sabtu (24/01/2026).

    Monitoring wisata merupakan proses pengamatan dan evaluasi terhadap berbagai aspek kegiatan pariwisata, mulai dari daya tarik, fasilitas, hingga dampaknya terhadap ekosistem hutan. Monitoring tersebut dilakukan oleh Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat yang didampingi oleh segenap Team Pengembangan Bisnis yang terdiri dari Kasi Produksi dan Ekowisata, Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, KSS Pengembangan Bisnis, KSS Perencanaan, KSS Agroforestry dan Ekowisata, KSS Bin SDH dan KRPH Sidomulyo. Pengelola wisata Gerbang Raung yang hadir adalah Direktur PT Gerbang Raung Agro Forestry, Siti Maspupah.

    Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Muklisin menjelaskan bahwa monitoring ini dilakukan untuk menjaga kualitas atraksi wisata, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memastikan keamanan dan keberlanjutan kawasan hutan dan bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    “Aspek yang dimonitoring antara lain kondisi daya tarik wisata, fasilitas pendukung, efektivitas pengelolaan, serta dampaknya terhadap lingkungan hutan dan sejauh mana wisata ini mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, ” ujar Muklisin.

    “Yang terpenting adalah bagaimana wisata ini memberikan manfaat secara ekologi atau lingkungan dengan melibatkan masyarakat disekitar hutan dan tentunya memberikan keuntungan sebesar besarnya bagi masyarakat dan perusahaan, ” tuturnya.

    “Tentunya dalam pelaksanaan pengelolaan wisata harus sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga kesepakatan bersama yang telah tertuang dalam perjanjian kerjasama dalam hal ini hak dan kewajiban serta larangan larangannya, ” pungkasnya.

    Siti Maspupah selaku pengelola mengataka bahwa kegiatan monitoring ini penting untuk memastikan keberlanjutan wisata ‘Gerbang Raung’. Menurutnya, hasil monitoring dapat menjadi acuan dalam memperbaiki kualitas atraksi, fasilitas, dan layanan pariwisata.

    “Yang terpenting, wisata ini dapat terus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian hutan. Kami berterima kasih kepada Perhutani yang telah melakukan monitoring dan mendukung pengelolaan wisata ini melalui perjanjian kerja sama pemanfaatan kawasan hutan, ” ungkap Siti Maspupah.@Red. 

    Salsa

    Salsa

    Artikel Sebelumnya

    Awali Tahun 2026, Pembinaan Perhutani Madura...

    Artikel Berikutnya

    Komitmen Perhutani Banyuwangi Barat, Cipayung...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Donor Darah Dalam Rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Prof. Mia Amiati: Rose Ice Cream, Eskrim Viral yang Wajib Dicoba Saat Umroh di Madinah
    Polrestabes Surabaya Berbagi Alarm Motor Gratis Cegah Curanmor dari Hulu
    Perhutani Madura Bantu Ketersediaan Stok Darah Melalui Kegiatan Donor Darah yang Digelar PMI Pamekasan

    Ikuti Kami