Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat memberikan Pelatihan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) dalam rangka Bulan K3 Nasional yang mengusung tema "Membangun Ekosistem Pembinaan dan Pelayanan K3 Nasional yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan", pelatihan diberikan kepada segenap karyawan dan tenaga kapling kayu lingkup Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Suko di Wangkal, Petak 72L-1 RPH Gombeng BKPH Ketapang KPH Banyuwangi Utara, pada Kamis (22/01/2026).
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Kepala TPK Wangkal, Ahmad Bahroni mengatakan bahwa pelatihan K3L ini merupakan inisiatif untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan budaya keselamatan di tempat kerja di lingkungan tempat kerjanya, dengan menyelenggarakan serangkaian pelatihan dan simulasi untuk memperkuat komitmen keselamatan.
“Pelatihan K3L adalah program penting untuk membekali pekerja dengan pengetahuan dan keterampilan mengidentifikasi bahaya, mengelola risiko, serta menerapkan prosedur aman untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, meliputi penggunaan APD, tanggap darurat, hingga pemahaman regulasi K3L untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan bagi seluruh pekerja, seperti yang diatur dalam peraturan pemerintah, ” jelas Bahroni.
“Jenis Pelatihan K3L yang disampaikan difokuskan pada peningkatan keahlian praktis di antaranya Pelatihan First Aider/P3K dengan penanganan darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan, Simulasi Keadaan Darurat seperti evakuasi kebakaran atau bahaya lainnya, ” ucapnya.
“Berikutnya adalah Pelatihan Keselamatan Umum dengan memberi pemahaman dasar risiko dan prosedur kerja aman, Pelatihan Kesehatan Kerja yaitu Pencegahan penyakit akibat kerja, dan Pelatihan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan mengedukasi penggunaan APD yang benar. Teakhir adalah penataan lingkungan kerja melalui Program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), ” pungkasnya.
Penguji Kayu Tk II, Sahrul mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi karyawan dan tenaga kapling dilapangan sehingga dalam praktek sehari hari sesuai dengan ketentuan di bidang keselamatan kerja.
“Artinya dengan pelatihan ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja secara dini dan apabila terjadi dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan dengan harapan lingkungan kerja akan lebih aman dan nyaman sehingga produktifitas akan lebih meningkat, ” jelas Sahrul.
Matayu selaku tenaga kapling mengatakan, ”Mewakili teman teman tenaga kapling saya sampaikan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan pelatihan K3L sehingga kami bisa mengerti bagaimana kerja dengan aman dan nyaman terhindar dari resiko kecelakaan kerja.”
“Kami jadi paham cara menghindari resiko kecelakaan kerja dan apabila terjadi yang tidak kita inginkan maka dapat menangani dengan baik sesuai dengan yang diajarkan dalam pelatihan ini, ” tegas Matayu.@Red.

Salsa