Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengawal Auditor Bidang Sosial yang melakukan penilaian kinerja Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) diwilayah kerja KPH Banyuwangi Barat pada lokasi yang mempunyai Nilai Konservasi Tinggi (NKT) atau High Conservation Value (HCV) di Wisata Madukara Petak 33f, RPH Wonoasih BKPH Glenmore, pada Rabu (28/01/2026).
Auditor PHL bidang sosial, Agus Hariyanto menjelaskan bahwa Nilai Konservasi Tinggi (NKT) atau High Conservation Value (HCV) dalam Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) di Perum Perhutani merujuk pada enam kriteria (NKT 1-6) yang diidentifikasi untuk melindungi nilai-nilai biologis, ekologis, sosial, dan budaya penting di kawasan hutan.
“Tujuan Pengelolaan NKT di Perhutani dengan melakukan identifikasi, pemantauan, dan pengelolaan (KBKT - Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi) untuk memastikan nilai-nilai tersebut dipertahankan atau ditingkatkan, bukan sekadar melarang pemanfaatan hutan, tetapi menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan produksi, ” ujar Agus.
“Yang kita lakukan onsite audit adalah NKT 6 adalah Nilai Kultural atau Budaya yaitu Kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk identitas budaya tradisional komunitas lokal, seperti makam keramat, tempat ibadah, atau area adat, ” ungkapnya.
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Kasubsi Kemitraan Produktif, Suwadi S.H mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan Auditor yang sedang melakukan penilaian kinerja Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) diwilayah kerjanya.
“Kami bertekad bagaimana dalam pengelolaan hutan lestari yang dilakukan Perhutani KPH Banyuwangi Barat telah memenuhi standar penilaian PHL terutama dibidang NKT 6 yaitu Nilai Kultural atau Budaya, ” tutur Suwadi dengan semangat.@Red.

Salsa