Jember (23/01/2026) - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember dengan Politeknik Negeri Jember mengoptimalkan potensi wisata alam dan Pertanian di kawasan hutan merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bernilai tambah.
Kawasan hutan memiliki kekayaan sumber daya alam, keindahan lanskap, serta keunikan ekosistem yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan Pertanian di Aula Gedung Politeknik Negeri Jember. Melalui MoU ini pengelolaan yang terencana, terpadu, dan berorientasi pada kelestarian lingkungan, potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan fungsi utama hutan sebagai penyangga kehidupan.
Upaya optimalisasi wisata alam dan Pertanian di kawasan hutan dilakukan melalui sinergi dan MoU antara Perhutani, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat sekitar hutan. Kolaborasi ini mencakup perencanaan pengelolaan kawasan wisata dan Pertanian, penataan Sumber daya Manusia dan peningkatan aksesibilitas, pengembangan sarana dan prasarana pendukung, serta penyediaan fasilitas wisata yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Administratur KPH Jember Eko Teguh Prasetyo lewat Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan dan Pengembangan Bisnis (PPB) Soegiharto Aries S mengatakan, "Dengan rencana adanya MoU antara Perum Perhutani KPH Jember dengan Universitas Politeknik Negeri Jember diharapkan adanya sinergitas dalam meningkatkan sumber daya alam serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat disekitar hutan”, ungkapnya.
Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Saiful anwar S, TP., M.P menyampaikan, "bahwa optimalisasi potensi wisata alam serta pertanian di kawasan hutan merupakan peluang strategis yang dapat dikembangkan melalui sinergi antara dunia pendidikan vokasi, Perhutani, dan pemerintah daerah. Polije, sebagai institusi pendidikan vokasi, memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan wisata alam dan Pertanian melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten, penerapan teknologi tepat guna, serta penguatan riset terapan di bidang pariwisata berkelanjutan serta peningkatan kwalitas Sumber Daya Manusia”, Mengakhiri ucapannya.
Selain itu, pengembangan wisata alam di kawasan hutan juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan, pelayanan wisata, serta pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan demikian, keberadaan wisata dan Pertanian tidak hanya memberikan manfaat ekonomi berupa peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan.
Melalui pengelolaan wisata alam yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, kawasan hutan diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang berdaya saing, sekaligus menjadi sarana edukasi dan konservasi alam. Optimalisasi potensi wisata dan pertanian ini sejalan dengan komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.@Red.

Salsa