Perhutani Banyuwangi Barat Ajarkan Cara Buat Bed Tabur pada Mahasiswa Politani Kupang

    Perhutani Banyuwangi Barat Ajarkan Cara Buat Bed Tabur pada Mahasiswa Politani Kupang

    Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengajarkan teknik pengelolaan hutan bidang Persemaian cara membuat bedeng tabur pada Mahasiswa Magang Wajib Program Studi D-IV Pengelolaan Hutan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang di Persemaian RPH Sidomulyo, BKPH Kalisetail, Petak 59g, pada Sabtu (06/12/2025).

    Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Kaur Teknik Kehutanan BKPH Kalisetail, Untung Hariyanto menjelaskan bedeng tabur persemaian adalah suatu area atau bak tanah yang disiapkan khusus untuk mengecambahkan benih (biji) tanaman hutan jenis Pinus sebelum bibit dipindahkan ke media tanam lain (seperti polybag) atau langsung ke lapangan.

    “Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam proses penyediaan bibit di Perhutani, dibuat dengan dimensi dan media tanam spesifik (misalnya, 5x1 meter, dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk organik). Setelah bibit mencapai ukuran tertentu, bibit akan dipindahkan ke bedeng sapih untuk dibesarkan lebih lanjut dalam polybag hingga siap ditanam di petak atau area tanaman kehutanan, ” ujar Untung.

    Effendi selaku Mandor Persemaian menambahkan bahwa fungsi utama bedeng tabur adalah tempat perkecambahan yang berfungsi sebagai lingkungan yang terkendali untuk memastikan benih, terutama yang berukuran kecil, dapat berkecambah secara optimal dan seragam.

    “Selain itu adalah perlindungan awal untuk melindungi benih dan bibit muda yang rentan dari kondisi lingkungan ekstrem (seperti sinar matahari berlebih atau hujan deras) dan pemangsa benih. Serta berfungsi Efisiensi yaitu memungkinkan penanganan dan pemeliharaan ribuan benih secara efisien di satu lokasi terpusat sebelum disapih (dipindah) ke bedeng sapih atau area pembibitan yang lebih luas, ” jelas Effendi.

    Yohana Yantida Ndaghang masiswa Politani Kupang mengatakan bahwa ilmu di bidang Persemaian cara pembuatan bedeng tabur ini adalah hal yang baru bagi pihaknya dan tentunya ilmu ini sangat bermanfaat dalam pengelolaan hutan.

    “Kami ucapkan terimakasih kepada petugas Perhutani Banyuwangi Barat yang selama ini telah memberikan materi dan praktek pengelolaan hutan selama kami belajar tentang ilmu kehutanan, kami akan terapkan ilmu ini ditempat kami kelak, ” ungkap Yohana.@Red. 

    Salsa

    Salsa

    Artikel Sebelumnya

    Penguatan Etika Jurnalisme Profesional di...

    Artikel Berikutnya

    David Kurniawan Dilarang Pulang Pasca BAP...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    PPATK Ungkap Rp992 T Dana Ilegal dari Tambang Emas Tanpa Izin
    Donor Darah Dalam Rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.
    KPK Dalami Peran Eks Stafsus Menag, Gus Alex, dalam Kasus Kuota Haji
    Prof. Mia Amiati: Rose Ice Cream, Eskrim Viral yang Wajib Dicoba Saat Umroh di Madinah
    Polrestabes Surabaya Berbagi Alarm Motor Gratis Cegah Curanmor dari Hulu

    Ikuti Kami